GIMANA PROSES TERJADINYA GEMPA ?!

Lempeng Tektonik (Tectonic Plate)

Menurut teori Lempeng Tektonik, lapisan terluar bumi kita terbuat dari suatu lempengan tipis dan keras yang masing-masing saling bergerak relatif terhadap yang lain. Gerakan ini terjadi secara terus-menerus sejak bumi ini tercipta hingga sekarang. Teori Lempeng Tektonik muncul sejak tahun 1960-an, dan hingga kini teori ini telah berhasil menjelaskan berbagai peristiwa geologis, seperti gempa bumi, tsunami, dan meletusnya gunung berapi, juga tentang bagaimana terbentuknya gunung, benua, dan samudra.

Lempeng tektonik terbentuk oleh kerak benua (continental crust) ataupun kerak samudra (oceanic crust), dan lapisan batuan teratas dari mantel bumi (earth’s mantle). Kerak benua dan kerak samudra, beserta lapisan teratas mantel ini dinamakan litosfer. Kepadatan material pada kerak samudra lebih tinggi dibanding kepadatan pada kerak benua. Demikian pula, elemen-elemen zat pada kerak samudra (mafik) lebih berat dibanding elemen-elemen pada kerak benua (felsik).

Di bawah litosfer terdapat lapisan batuan cair yang dinamakan astenosfer. Karena suhu dan tekanan di lapisan astenosfer ini sangat tinggi, batu-batuan di lapisan ini bergerak mengalir seperti cairan (fluid).

Litosfer terpecah ke dalam beberapa lempeng tektonik yang saling bersinggungan satu dengan lainnya. Berikut adalah nama-nama lempeng tektonik yang ada di bumi, dan lokasinya bisa dilihat pada Peta Tektonik.

1

Pergerakan Lempeng (Plate Movement)

Berdasarkan arah pergerakannya, perbatasan antara lempeng tektonik yang satu dengan lainnya (plate boundaries) terbagi dalam 3 jenis, yaitu divergen, konvergen, dan transform. Selain itu ada jenis lain yang cukup kompleks namun jarang, yaitu pertemuan simpang tiga (triple junction) dimana tiga lempeng kerak bertemu.

1. Batas Divergen

Terjadi pada dua lempeng tektonik yang bergerak saling memberai (break apart). Ketika sebuah lempeng tektonik pecah, lapisan litosfer menipis dan terbelah, membentuk batas divergen.

2. Batas Konvergen

Terjadi apabila dua lempeng tektonik tertelan (consumed) ke arah kerak bumi, yang mengakibatkan keduanya bergerak saling menumpu satu sama lain (one slip beneath another).

3. Batas Transform

Terjadi bila dua lempeng tektonik bergerak saling menggelangsar (slide each other), yaitu bergerak sejajar namun berlawanan arah. Keduanya tidak saling memberai maupun saling menumpu. Batas transform ini juga dikenal sebagai sesar ubahan-bentuk (transform fault).

2

Batas Konvergen

Batas konvergen ada 3 macam, yaitu 1) antara lempeng benua dengan lempeng samudra, 2) antara dua lempeng samudra, dan 3) antara dua lempeng benua.

Konvergen lempeng benua—samudra (Oceanic—Continental)

Ketika suatu lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng benua, lempeng ini masuk ke lapisan astenosfer yang suhunya lebih tinggi, kemudian meleleh. Pada lapisan litosfer tepat di atasnya, terbentuklah deretan gunung berapi (volcanic mountain range). Sementara di dasar laut tepat di bagian terjadi penunjaman, terbentuklah parit samudra (oceanic trench).

Konvergen lempeng samudra—samudra (Oceanic—Oceanic)

Salah satu lempeng samudera menunjam ke bawah lempeng samudra lainnya, menyebabkan terbentuknya parit di dasar laut, dan deretan gunung berapi yang pararel terhadap parit tersebut, juga di dasar laut. Puncak sebagian gunung berapi ini ada yang timbul sampai ke permukaan, membentuk gugusan pulau vulkanik (volcanic island chain).

Konvergen lempeng benua—benua (Continental—Continental)

Salah satu lempeng benua menunjam ke bawah lempeng benua lainnya. Karena keduanya adalah lempeng benua, materialnya tidak terlalu padat dan tidak cukup berat untuk tenggelam masuk ke astenosfer dan meleleh. Wilayah di bagian yang bertumbukan mengeras dan menebal, membentuk deretan pegunungan non vulkanik (mountain range).

3

Bagaimana Dengan Indonesia?

Negeri kita tercinta berada di dekat batas lempeng tektonik Eurasia dan Indo-Australia. Jenis batas antara kedua lempeng ini adalah konvergen. Lempeng Indo-Australia adalah lempeng yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia. Selain itu di bagian timur, bertemu 3 lempeng tektonik sekaligus, yaitu lempeng Philipina, Pasifik, dan Indo-Australia.

Peta Tektonik dan Gunung Berapi di Indonesia. Garis hitam tebal melambangkan batas antar lempeng tektonik, dan segitiga merah melambangkan kumpulan gunung berapi.

4

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, subduksi antara dua lempeng menyebabkan terbentuknya deretan gunung berapi dan parit samudra. Demikian pula subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia menyebabkan terbentuknya deretan gunung berapi yang tak lain adalah Bukit Barisan di Pulau Sumatera dan deretan gunung berapi di sepanjang Pulau Jawa, Bali dan Lombok, serta parit samudra yang tak lain adalah Parit Jawa (Sunda).

Lempeng tektonik terus bergerak. Suatu saat gerakannya mengalami gesekan atau benturan yang cukup keras. Bila ini terjadi, timbullah gempa dan tsunami, dan meningkatnya kenaikan magma ke permukaan. Jadi, tidak heran bila terjadi gempa yang bersumber dari dasar Samudra Hindia, yang seringkali diikuti dengan tsunami, aktivitas gunung berapi di sepanjang pulau Sumatra dan Jawa juga turut meningkat.

_red_

Jurnal Harian edisi ke-8

Hari Kedelapan

Kamis, 12 Maret 2009

Jam kerja: 08.00 – 17.00 WIB

Peta Megapolitan Marunda, Jakarta Utara

Hasil PrintSreen

8Gambar

Tampilan project

Target

Megapolitan Peta di daerah Marunda (Jakarta Utara).

Aplikasi

Photoshop CS2 dan MapInfo Professional 9.5

Progress Report

Menggunakan aplikasi Photoshop CS2 untuk melakukan tracing peta yang nantinya akan digunakan untuk kelanjutan menginputkan atau import ke dalam MapInfo/ArcView lalu ke dalam MapServer untuk di tampilkan ke dalam browser.

Akhir kata, Sekian dan Terima Kasih..

Jurnal Harian edisi ke-7

Hari Ketujuh
Rabu, 11 Maret 2009
Jam kerja: 08.00 – 17.00 WIB

Menampilkan ke BROWSER dari ArcView

Hasil PrintSreen:

7

Gambar
Tampilan project menggunakan MapServer

Target:
Megapolitan Peta di daerah Marunda (Jakarta Utara).

Aplikasi:
Tools MapLab pada MapServer sebagai aplikasi editing dan memunculkan ke browser.

Sistem Aplikasi:
Terdapat beberapa navigasi:

  • Pan Tools => Untuk menggeser peta.
  • Map Tools => Untuk zoom in dan out dan beberapa navigasi pendukung.
  • Legend => sebagai kejelasan layer yang sedang aktif.
  • Scale => informasi skala yang digunakan.

Akhir kata, Sekian dan Terima Kasih..

JuRnAL harian edisi 4

Hari Keempat

Kamis, 05 Maret 2009

Jam kerja: 08.00 – 17.00 WIB

PENGEMBANGAN PETA

Hasil PrintSreen

4-1

Gambar 1,

Tampilan sebelum zoom in

4-2

Gambar 2,

Tampilan saat zoom in berlangsung

4-3Gambar 3,

Tampilan setelah zoom in

Target

Megapolitan Peta di daerah Marunda – Tanjung Priok – Jakarta Utara.

Aplikasi

  1. MapServer sebagai aplikasi server.
  2. MapInfo sebagai aplikasi pembuatan maupun pengeditan.
  3. MapLab sebagai tools MapInfo yang berfungsi untuk melakukan pengaturan [.*map].

Sistem Aplikasi

  1. Windows pertama dan kedua saling berhubungan.
  2. Windows pertama merupakan tampilan, sedangkan windows kedua merupakan keymap dari windows pertama.
  3. Prinsip kerjanya, apabila kita melakukan perubahan pada windows kedua(keymap) maka berpengaruh pada windows pertama. Perubahan yang dimaksud seperti zoom in, zoom out, panning, drag dan lain sebagainya.

Akhir kata, Sekian dan Terima Kasih..

JurNal Harian edisi 6 – Theo Aminta G.S

Hari Keenam
Selasa, 10 Maret 2009
Jam kerja: 08.00 – 17.00 WIB

PENGEMBANGAN PETA

Hasil PrintSreen:

keenamGambar Tampilan sebelum project menggunakan ArcView

Target:

Megapolitan Peta di daerah Marunda (Jakarta Utara).

Aplikasi:

ArcView versi 3.3 sebagai aplikasi editing.

Sistem Aplikasi:

Terdapat 5 tampilan:

  • Marunda_layouts => sebagai templates.
  • Marunda_view => sebagai jendela kegiatan dimana tampilan dan interaksi bisa dilakukan.
  • Marunda_arcview [.apr] => sebagai project tempat pembuatan pada aplikasi ArcView.
  • Identify Result => Aksi yang terjadi ketika user ingin mengetahui informasi pada peta.

Akhir kata, Sekian dan Terima Kasih.

Jurnal Harian edisi 3

Hari Ketiga

Rabu, 04 Maret 2009

Jam kerja: 08.00 – 17.00 WIB

MEMBUAT WORKSPACE DAN TEMPLATE

Tips

Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan membuat WORKSPACE, ialah:

  1. Pengenalan akan menu bar.
  2. Pemahaman akan menu bar = nb: Tips “Learning By Doing.”
  3. Proses Tracing dari data raster menjadi vector.

Hasil PrintSreen

ketiga

Target

Megapolitan Peta di daerah Marunda – Tanjung Priok – Jakarta Utara.

Aplikasi

  1. MapServer sebagai aplikasi server.
  2. MapInfo sebagai aplikasi pembuatan maupun pengeditan.

Kegiatan

  1. Membuat WorkSpace.
  2. Tracing file berekstensi [*.BMP].
  3. Mengimplementasikan bahan-bahan bacaan mengenai GIS.
  4. Bekerja di layer(.TAB) pada MapInfo

Akhir kata, Sekian dan Terima Kasih..

JurNaL Edisi 2 Theo Aminta G.S

Hari Kedua

Senin, 03 Maret 2009

Jam kerja: 08.00 – 17.00 WIB

IMPORT DATA DARI MAPINFO KE MAPSERVER

Tips

Hal-hal yang harus diperhatikan pada saat melakukan importing data dari MapInfo ke MapServer, ialah:

  1. Memperhatikan penempatan file, supaya sesuai dengan pemanggilan yang dilakukan pada sintaks di MapServer.
  2. Penyetingan koordinat MapInfo harus disesuaikan dengan tampilan yang optimize.

Target

Megapolitan Peta di daerah Marunda.

Aplikasi

1. MapServer sebagai aplikasi server.

2. MapInfo sebagai aplikasi pembuatan maupun pengeditan.

Kegiatan

  1. Penginstalan MapServer dan MapInfo secara lengkap dan tepat.
  2. Tahap awal ialah dengan menentukan penempatan mana saja yang akan digunakan untuk menyimpan hasil-hasil data manipulasi dari MapInfo.
  3. Selanjutnya ialah dengan membuat tampilan menu awal, hal ini dikarenakan terdapat 3 layer yang harus ditampilkan (Layer DP, TNH dan GDG).
  4. Menyesuaikan sintaks untuk setiap layer yang akan ditampilkan. (Layer dalam software MapInfo berekstensi [*.Tab]).

Akhir kata, Sekian dan Terima Kasih.. … continue reading this entry.

JOB DESK dan PENEMPATAN KERJA

Hari Pertama

Senin, 02 Maret 2009

Jam kerja: 08.00 – 17.00 WIB

JOB DESK dan PENEMPATAN KERJA

Data Instansi

Instansi : PT. Telkom Jakarta Utara

Alamat : Jln. Yos Sudarso Kav.23-24, Jakarta Utara.

Kode Pos : 13140

Telepon : 021-8568025

Fax : 021-4355700

Penempatan

Awal : Basis Data (Database)

Perubahan : Instalasi Jaringan (Networking)

Final : Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System) OnLine

Kegiatan

Pertemuan pertama merupakan awal dari sebuah perkenalan. Semua tentu tidak lepas dari tata tertib dan norma-norma kesopanan yang diajarkan oleh Tim Komisi Disiplin saat menuntut ilmu di Diploma terdahulu. Lingkungan yang penuh dengan kedisiplinan dan semangat kerja yang tinggi menunjang kami sebagai mahasiswa yang berstatus PKL merasa harus menyeimbangkan dengan keadaan yang ada. Itu merupakan pelajaran pertama yang saya dapatkan pada hari ini.

Kembali ke topik permasalahan,

Sesuai dengan minat yang diberikan oleh pihak instansi mengenai Proyek Akhir tentang GIS Online, maka kami pun melakukan analisis mengenai manfaat GIS tersebut bagi PT. TELKOM JAKARTA UTARA yaitu:

  1. Kepastian mendapatkan Informasi Teknis on Desk : “Effektifitas Survey UN/SI ( PCAN = 30 org, dgn GIS ADM=3 org)”
  2. Percepatan penyediaan Data TEKNIS Untuk Pemasaran Produk : “Potensi Siap Jual Sampai ke DP (Distribution Point)”
  3. Kemudahan Analisa potensi Jaringan, Pelanggan, & Kompetitor : “Potensi Jaringasn beserta Lokasinya”
  4. Kemudahan pengelolaan pemeliharaan Infrastruktur Jaringan : “Adanya Informasi Rute Duct, Rute Kabel”
  5. Kemudahan perencanaan Pembangunan jaringan : “Adanya Informasi Potensi RK(Rumah Kabel)/ONU Kap, KSB, KSR, Peta Lokasi”
  6. Kemudahan Tracing Infrastruktur Jaringan : “Pencarian Rute kabel dari KTB sampai ke MDF”
  7. Kemudahan Manajemen Aset Jaringan

Sejauh ini kami menyimpulkan, bahwa Product GIS yang kami buat setidaknya mencangkup beberapa manfaat dari GIS tersebut. Supaya product yang dihasilkan lebih powerfull maka kami menambah beberapa tools untuk membantu kelancaran product yang kami hasilkan nantinya.

Akhir kata, Sekian dan Terima Kasih..

Tips and Tricks SUKSES MAGANG

“Satu hal yang membedakan kita dari anak-anak PKL lain ialah KEDEWASAAN BERFIKIR”, dikutip dari perkataan Dra. Itasia Dina Sulvianti, MS yang merupakan pengajar pembekalan Etika Profesi tanggal 18 Februari 2009.

Tips:
1. Mengetahui lokasi, lingkungan dan team works tempat PKL,
2. Mengetahui job-job yang terdapat di dalamnya (khususkan di lingkup IT-ny),
3. Renungkan, pahami dan hayati dimana minat kita (multimedia, jaringan atau sistem informasi),
4. Cari bahan sebanyak-banyaknya mengenai tips no 3 yang telah diambil,
5. Mempelajari dimulai dari sekarang.

Tricks:
1. Pencarian tips no 1, 2 dan 4 bisa melalui http://www.google.com or om google.
2. Pembelajaran terjitu saat ini ialah LEARNING BY DOING..

SMOGA MEMBANTU..
SUKSES TEKKOM..
KELULUSAN MENANTI KITA..

GRASIAS..

Syarat PKL, boo!

Ribetny kulz di IPB

« Older entries